Dahulu kala Desa Cangkring adalah sebuah lautan yang luas. Pada zaman para wali merupakan jalur utama yang digunakan uintuk pelayaran pada masa kerajaan Majapahit, dari Majapahit menuju ke Kerajaan Demak. Suatu ketika ada perahu yang melewati laut itu dengan membawa berbagai barang bawaan seperti emas dan banyak bumbu rempah-rempah yang akan dibawanya ke kerajaan Demak tenggelam pada waktu hari menjelang pagi atau pada waktu subuh karena pada saat itu ada sebuah daratan kecil dan para perempuannya sedang kotekan (membunyikan sebuah musik) yang menjadikan para Wali menjadi gugup dan akhirnya perahu menjadi tenggelam.
Para Wali menjadi marah melihat para perempuan itu karena barang-barang yang akan dibawanya tenggelam begitu saja. Mereka menyumpahkan kepada para perempuan- perempuan itu dan mereka berkata " Siapa wanita yang ada di daerah ini tidak akan memperoleh suami sebelum mengeluarkan uban atau sudah tua." Mereka juga banyak menemukan dua orang laki- laki dan perempuan sedang cangkriman atau berpacaran yang tidak peduli ketika para Wali sedang melewati jalur itu. Maka dari itu lautan yang dilewatinya setiap hari, karena kemarahannya disabda menjadi sebuah daratan yang disebut Cangkring yang sekarang ini masih asri keindahanya. Desa Cangkring tersebut terletak 10 km dari kota Demak, Provinsi Jawa Tengah. Ada beberapa batu besar di Desa Cangkring bagian selatan yang diyakini masyarakat merupakan peninggalanpara Wali saat perahunya tenggelam dan masyarakat juga percaya perahu tersebut masih ada didalam tanah.


0 Response to "Gimana sih Asal Usul Desa Cangkring"
Posting Komentar